Kontroversial! Trump Ancam Deportasi Mahasiswa Pro-Palestina Jika Terpilih Lagi jadi Presiden

- 29 Mei 2024, 12:05 WIB
Mantan Presiden AS, Donald Trump.
Mantan Presiden AS, Donald Trump. /Pikiran rakyat

MATA BANDUNG - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan dengan janjinya untuk menindak tegas protes pro-Palestina di AS, termasuk mendeportasi mahasiswa asing yang terlibat dalam aksi tersebut, jika dirinya kembali memenangkan pemilihan presiden pada tahun 2024. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan akan mengusir mahasiswa asing yang terlibat dalam demonstrasi pro-Palestina.

"Satu hal yang saya lakukan adalah, mahasiswa mana pun yang melakukan protes, saya usir mereka ke luar negeri. Anda tahu, ada banyak mahasiswa asing. Begitu mereka mendengarnya, mereka akan menurut," ujar Trump, seperti dikutip dalam laporan The Washington Post pada Senin (27/5).

Pernyataan ini diucapkan Trump dalam sebuah acara pertemuan dengan sponsor kampanyenya pada 14 Mei lalu, yang dihadiri oleh sejumlah donor. Trump menyatakan bahwa ia melihat para pengunjuk rasa pro-Palestina sebagai bagian dari "revolusi radikal" yang ingin dia kalahkan secara pribadi.

Baca Juga: Penjajah Israel Terisolasi? Malaysia Serukan Tekanan Internasional Patuhi ICJ Hentikan Genosida di Palestina

Warga Palestina melihat kerusakan setelah kebakaran di lokasi serangan Israel di zona aman kamp pengungsian, di Rafah, selatan Jalur Gaza, 27 Mei 2024.
Warga Palestina melihat kerusakan setelah kebakaran di lokasi serangan Israel di zona aman kamp pengungsian, di Rafah, selatan Jalur Gaza, 27 Mei 2024.

"Mereka ini adalah agen revolusi radikal," tambahnya dengan nada tegas.

Seorang penonton yang hadir di acara tersebut menyebutkan bahwa para mahasiswa dan profesor yang aksinya dihentikan suatu hari nanti mungkin akan bekerja di pemerintahan Trump. Menanggapi hal ini, Trump mengucapkan terima kasih kepada kepolisian New York yang telah bertindak tegas terhadap aksi-aksi tersebut dan mendesak lembaga penegak hukum di kota-kota lain di AS untuk mengikuti jejak mereka.

Gelombang demonstrasi pro-Palestina telah mengguncang kampus-kampus di seluruh AS dalam beberapa pekan terakhir. Para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya dukungan militer, finansial, dan diplomatik AS terhadap operasi militer Israel di Jalur Gaza, yang telah menyebabkan kematian lebih dari 36.000 warga Palestina.

Selain itu, mahasiswa juga menyerukan agar universitas-universitas mereka mengutuk kampanye militer Israel di Gaza dan melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Israel. Mereka juga menginginkan agar berbagai universitas menghentikan program studi di luar negeri di universitas-universitas Israel.

Halaman:

Editor: Mia Nurmiarani

Sumber: Sputnik


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah