Selain Flu, Selama Musim Hujan Resiko Penyakit Kulit Perlu Perhatian Serius

- 14 Januari 2024, 10:00 WIB
Dokter spesialis kulit dan kelamin Dr. dr. Fitria Agustina Sp.KK FINSDV FAADV dalam wawancara usai menjadi pembicara dalam sebuah diskusi dan peluncuran produk perawatan kulit di kawasan Setiabudi, Jakarta, Sabtu (13/1/2024) (ANTARA/Fathur Rochman)
Dokter spesialis kulit dan kelamin Dr. dr. Fitria Agustina Sp.KK FINSDV FAADV dalam wawancara usai menjadi pembicara dalam sebuah diskusi dan peluncuran produk perawatan kulit di kawasan Setiabudi, Jakarta, Sabtu (13/1/2024) (ANTARA/Fathur Rochman) /

MATA BANDUNG - Selain resiko penyakit flu, selama musim hujan resiko penyakit kulit pun perlu mendapatkan perhatian serius. Seorang dokter spesialis kulit dan kelamin mengungkapkan hal tersebut karena masih banyak orang yang peduli hanya masalah flu saja. 

Dr. dr. Fitria Agustina Sp.KK FINSDV FAADV menjelaskan sejumlah penyakit kulit, mulai dari kurap, panu hingga eksim yang berpotensi timbul saat musim hujan.

"Musim hujan identik dengan lembap dan dengan banjir. Nah itu biasanya penyakit kulit yang berhubungan untuk kondisi tersebut misalnya penyakit yang disebabkan oleh jamur kulit," kata Fitria di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga: Perhatikan Kesehatan Kulit Area Privasi, Pemakaian Wewangian Bisa Akibatkan Iritasi

Bertubuh gemuk

Kaki biasanya salah-satu bagian rawan terjadi kelembapan selama musim hujan.
Kaki biasanya salah-satu bagian rawan terjadi kelembapan selama musim hujan. Pexel.com
Ia mencontohkan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur kulit saat musim hujan adalah kandidosis kutis, yang biasanya dialami oleh orang bertubuh gemuk.

Kandidosis kutis, katanya, umumnya muncul pada sela-sela jari kaki. Infeksi ini biasanya menyebabkan kulit di area tersebut menjadi basah atau kemerahan.

Selain itu, kondisi lembap pada musim hujan juga dapat menjadi penyebab berkembangnya penyakit jamur lainnya seperti tinea atau kurap.

Fitria yang juga spesialis dermatologi dan venereologi lulusan Universitas Indonesia itu menyebut bahwa kondisi lembap memungkinkan tinea yang bukan flora normal kulit untuk berkembang, terutama jika perlindungan kulit tidak optimal.

"Pada prinsipnya, kalau kayak tinea itu bukan flora normal ada di kulit kita. Jadi dia tidak boleh ada di kulit kita. Tapi dia bisa berkembang biak kalau skin barrier kita tidak bagus, kalau kondisi kulit kita lembap itu akan berkembang biak dengan mudah," katanya.

Baca Juga: Tips dan Trik Menggunakan Makeup untuk Jenis Kulit Berminyak, Dijamin Awet Seharian!

Halaman:

Editor: Arief TE

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah