Penanganan Covid-19 Dikota Bandung, Ema Pastikan Siaga

13 Juli 2021, 15:55 WIB
Penanganan Covid-19 /Dok Mata Bandung/

MATA BANDUNG - Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menyampaikan sebagian besar wilayah di Kota Bandung mampu menangani kasus Covid-19. Khususnya terkait isolasi mandiri (isoman). 

Ema meyakini itu setelah menyambangi sejumlah wilayah di Kota Bandung. Ia memantau dan mengevaluasi penanganan Covid-19 yang ada di RW-RW. 

"Wilayah di Kota Bandung sudah siaga untuk menangani Covid-19," ujar Ema di sela-sela peninjauan ke sejumlah RW di wilayah Kecamatan Gedebage, Selasa 13 Juli 2021. 

Baca Juga: Layanan Swab PCR di Lebkes Kota Bandung Buka Kembali, Ini Syarat Yang Harus Dibawa Untuk di Swab

Baca Juga: Mobilitas Warga Berkurang 10 Persen, Pemkot Bandung Akan Revisi Penyekatan Jalan

Oleh karenanya, ia menilai, penanganan Covid-19 di Kota Bandung sejatinya telah dilaksanakan dengan baik.

“Jika PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) diperpanjang kita tidak akan gagap. (Penanganan Covid-19) ini dibantu kesadaran warga," katanya.

"Di kelurahan Pasir Impun, Sindang Jaya, Cisaranten Endah, Rancabolang dan Cisaranten Kidul terbangun, masing-masing RW siap siaga untuk menangani,” imbuhnya.

Ema mengatakan, saat ini Pemkot Bandung masih terus melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment). Namun pada sisi yang lain, Pemkot Bandung sangat berharap warga bisa mengurangi mobilitasnya.

Baca Juga: Disinformasi dan Hoax Penyebab Terhambatnya Penanganan Pandemi Covid-19

"Kurangi kegiatan yang dianggap tidak perlu, kecuali penting seperti kepentingan kesehatan maupun kepentingan kebutuhan pokok. Itu boleh,” imbau Ema. 

Sebelumnya, Ema sempat menyambangi RW 08 Komplek Bumi Adipura Kelurahan Rancabolang, Pondok Pasantren Al Munawwarah Kelurahan Cisaranten Kidul dan kawasan Summarecon Bandung.

Di lokasi tersebut, warga telah siaga untuk menangani Covid-19. Terbukti, warga bisa membantu kebutuhan bagi warga yang terkonfirmasi Covid-19. Mulai dari makanan, obat-obatan, oksigen, hingga tempat isolasi mandiri.

Hal tersebut juga yang disampaikan Ketua RW 08 Kelurahan Rancabolang, Opin Arifin. 

Baca Juga: Bikin Iri, Warga Italia Merayakan Juara Euro 2021 Berkerumun dan Tanpa Masker

“Alhamdulilah kita berkerja sama dengan tim gugus tugas Covid-19 kelurahan dan PKK. Sehingga jika ada warga yang terpapar kita bantu,” tuturnya.

Untuk pasokan makanan, pihaknya berkolaborasi dengan PKK. Bahkan warga yang terpapar pun bisa mendepositkan untuk kebutuhan selama isoman, baik itu makanan mentah atau yang sudah matang. 

Sejak September 2020, di wilayah tersebut terdapat 157 warga yang terpapar Covid-19. Saat ini kasus aktif berjumlah 26 orang.

Hal serupa juga tergambar di Pondok Pasantren Al Munawwarah Kelurahan Cisaranten Kidul.

Baca Juga: Waw Rekor Baru, Tujuh Minggu Berturut-turut BTS Tetap Nomor Satu di Billboard

Pondok pesantren ini siap membantu warga yang terkonfirmasi Covid-19. 

“Kita berikan kesadaran kepada lingkungan untuk mengikuti arahan dan imbauan pemerintah,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawwarah KH. Deden Fahruroji. 

Beruntung saat ini di lingkungan pesantren tidak ada yang terpapar Covid-19. Namun demi kesiapsiagaan wilayah, sudah berdiri tempat isoman untuk 30 orang.

Baca Juga: Kisah Tragis Eder si Pembawa Piala Euro 2021 : Jadi Pahlawan Portugal Kemudian Dicampakan

“Sampai saat ini tidak ada yang terpapar. Tempat isoman cukup untuk 30 orang. Kita siapkan dengan RW, lurah dan camat, kalau ada yang terpapar, sudah siap. Ini bisa meringankan beban lingkungan sekitar pondok,” jelasnya. ***

Editor: Mia Dasmawati

Tags

Terkini

Terpopuler